Minggu, 15 Mei 2011

Back to home

   Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Mu yang telah memberikan saya kesempatan sekali lagi untuk pulang kerumah dan bertemu dengan keluarga saya, sudah sekitar 6 bulan lamanya saya tidak bertemu mereka. Ya mungkin bagi kalian 6 bulan bukan merupakan waktu yang lama untuk perpisahan. Tapi yang ini lain kawan, hal ini dikarenakan tanggal 21 nanti, ayah saya akan dimutasi ke Balikpapan, ya maklum saja beliau bekerja sebagai PNS dan mutasi merupakan hal yang sangat wajar di alami oleh orang-orang yang bekerja sebagai PNS tak terkecuali ayah saya. Tapi hal yang paling mengkhawatirkan saya adalah setelah ini, ayah saya harus bekerja di Balikpapan, dan saya harus kuliah di Malang, sedangkan ibu dan adik-adik saya di Depok. Entah kenapa hal ini sangat saya khawatirkan, karena tidak ada lagi kepala keluarga dirumah. Tapi kan ada Allah, yap hanya kepada Allah lah saya selalu berdoa supaya DIA senantiasa menjaga kami dimana pun dan kapanpun kami berada, karena jujur saya sungguh takut kehilangan mereka, melihat ada beberapa teman saya yang sudah ditinggal oleh bapak atau ibu nya dan bahkan keduanya. Dan hal itu lah yang sering menghantui saya kalau saya jauh dari orang tua saya. Saya lebih memilih meninggalkan mereka terlebih dahulu dibanding ditinggalkan mereka, karena saya tau bagaimana rasanya kehilangan dan ditinggalkan. Tapi yasudahlah apapun yang terjadi semuanya sudah tertulis di lauh mahfudz, dan kita sebagai hambaNya hanya bisa menerima takdir yang telah ditentukan, jodoh, umur dan rezeki sudah tertata dan dipersiapkan dengan baik oleh Sang Pencipta.

Wallahualam

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…

 Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, danorang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelakidan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akanmemampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmuisteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasatenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tandabagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk matamaka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…
” Wahai kaum pemuda,siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untukmenikah,maka menikahlah,sesungguhnya menikah itu memelihara mata,danmemelihara kemaluan,maka bila diantara kamu belum sanggup untukmenikah,berpuasalah,karena ssungguhnya puasa tersebut sebagaipenahannya ” (Hadist)
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatuperbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)

Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaankarena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangankarena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaanmengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?


…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…
“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab ra.)

from someone at his note....

Kamis, 12 Mei 2011

Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan??

   "Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan". Yap,sepenggal ayat itu adalah salah satu ayat dari surat Ar-Rahman, tapi ada yang menarik dari ayat tersebut. Ya, ayat tersebut selalu di ulang-ulang hingga 31 x, hal tersebut dikarenakan Allah ingin menyadarkan kita tentang nikmat-nikmat yang selama ini kita dapatkan namun tidak pernah kita syukuri keberadaanya. Hal ini selalu saya ingat semenjak kejadian kemarin malam.
    Kira-kira kamis malam lalu, malam itu saya bergegas mempersiapkan diri saya untuk bermain futsal dengan teman kampus saya, dan memang tiap minggunya kami selalu rutin mengadakan latihan, ya selain untuk olahraga juga untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen. Sebelum kelapangan saya menjemput seorang teman saya, sebut saja bedul. Ketika kita ingin berangkat ke lapangan futsal, tiba-tiba kami kedatangan seorang ibu yang tampak kelelahan dengan anaknya yang berumur sekitar 3 tahun yang sedang digendongnya. Lalu terjadi lah percakapan yang kira-kira seperti ini.

Ibu : " mas maaf, fakultas kedokteran UB dimana ya mas?"
saya dan bedul : "(diam sejenak karena kebingungan), maaf bu maksudnya?"
ibu : "ia mas, saya mencari fakultas kedokteran UB, anak saya kakinya infeksi (sambil menunjuk luka anaknya tersebut)"
saya : "agak jauh bu, ibu mau saya antar (sambil mengeluarkan motor dari garasi)"
ibu : "iya mas mau, tapi saya tidak punya uang untuk berobat, saya sudah sempat berkeliling memeriksa anak saya tapi tidak kunjung sembuh, saya juga udah jalan kaki cukup jauh dan tadi minta tolong sama orang cuma dikasih 2000, anak saya juga dari tadi rewel minta susu terus"
saya : glek.............. (terdiam cukup lama)
bedul : "ibu mau dibelikan susu? yaudah bu saya belikan, tunggu sebentar ya."
saya : " nih dul pake motor gw biar cepet"
(sambil menunggu bedul beli susu, saya mempersilahkan ibu tsb masuk dan mengajaknya mengobrol, dan kebetulan temannya bedul, tommy keluar)
tommy : "ibu asalnya darimana bu?"
ibu : "saya dari surabaya mas"
tommy : "terus disini tinggal nya dimana?"
ibu : "saya ngontrak mas, tapi udah setahun belum bayar, ini aja saya diusir2in sama yg punya kontrakan, soalnya ada yg mau nempatin karena dia lebih punya uang katanya, trus saya bilang kalau anak saya masih sakit dan minta keringanan untuk diundur, tapi tetep gk diterima mas dan akhirnya saya tidurnya sembarang mas, kadang diemperan kadang dimesjid gk tentu"

(well, awalnya saya sempet berfikir kalau lagi ada didalam reallity show yang kayak di TV-TV, yang dimana banyak kamera tersembunyi yang memantau kita, tp setelah melihat mata ibu tersebut saya benar-benar sadar ternyata ini nyata gak kayak yang di TV-TV, dan obrolan pun berlanjut)

saya : "maaf bu, kalau boleh tau suami ibu kemana ya?"
ibu : "suami saya ninggalin saya mas waktu anak saya yang ini umurnya 3 bulan, saya juga masih ada 2 anak dirumah, jadinya ya saya yang menghidupi mereka."
Tommy : "memang ibu kerja apa sekarang?"
Saya : "yah gak tentu mas, biasanya saya cuma jadi kuli panggul, ngangkatin belanjaan orang yang banyak, itu juga penghasilannya gak nentu, kadang 2000, 5000, kadang kalau baik dikasih 10000."

saya : (astagfirullah..)

(dan bedul pun datang dengan membawa susu dan roti)

bedul : "ini bu susunya, maaf gak bisa ngasih banyak"
ibu : "iya mas, makasih banyak mas atas bantuannya"


well, mungkin itu hanya satu dar berjuta-juta kisah tentang seseorang yang banting tulang mencari uang untuk bertahan hidup, dan setelah kejadiaan itu entah kenapa saya jadi sedkit enggan menghabiskan uang. Di keserbacukupan saya terkadang saya masih suka mengeluh atas nikmat yang telah diberikan, padahal masih banyak saudara-saudara saya yang bernasib sama seperti ibu itu. Ya semoga saja setelah kejadiaan tersebut bisa lebiih meningkatkan rasa syukur saya terhadap nikmat yang telah di berikan oleh Allah..

Terimakasih ya Allah atas nikmat yang telah kau berikan.

Jumat, 29 April 2011

Doa Rabithah

Untuk semua saudaraku di dunia ini, yang senantiasa membela kebenaran dimanapun dan kapanpun kalian berada, yang rela mengorbankan harta, jiwa dan pikirannya untuk menegakkan agama yang benar ini, ku ucapkan sebuah doa ini supaya dimanapun dan bagaimana pun kondisi kita, kita bisa senantiasa istiqamah dan mati syahid di jalan Nya

Bismillahirrahmanirrahim
Katakanlah: “Wahai Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerjaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.
Ditangan Engkaulah segala kebajikan.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Engkau masukan malam ke dalam siang dan Engkau masukan siang ke dalam malam.
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau beri rizki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (perhitungan).
(Q.S. Ali-Imron:26-27)
Ya Allah, sesungguhnya ini adalah malam-Mu yang telah menjelang dan siang-Mu yang telah berlalu, serta suara-suara dari para penyeru-Mu, maka ampunilah aku.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu
Bertemu untuk taat kepada-Mu
Bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu
dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu
Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya
Ya Allah, abadikanlah kasih sayang-nya
Tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup
Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu
Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu
dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong
Amiin…

Senin, 25 April 2011

UNIVERSITAS KEHIDUPAN

"Ketika kerjamu tidak dihargai,maka saat itu kau sedang belajar arti KETULUSAN...

Ketika usahamu dinilai tidak penting,maka saat itu kau sedang belajar arti KEIKHLASAN...

Ketika hatimu terluka sangat dalam,maka saat itu kau sedang belajar arti MEMAAFKAN..

Ketika kau harus lelah dan kecewa,maka saat itu kau sedang belajar arti KESUNGGUHAN..

Ketika kau merasa sepi,maka saat itu kau sedang belajar arti KETANGGUHAN..

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,maka saat itu kau sedang belajar arti KEMURAHAN HATI...

Tetap semangat..
Tetap sabar..
Tetap senyum..
Terus Belajar..

Karena engkau sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN..."

Minggu, 24 April 2011

sebuah pelajaran luar biasa dari seorang anak kecil

           Ada satu kejadiaan yang sungguh sangat menarik, yang entah kenapa, belakangan ini saya sungguh merasa malu, malu semalu-malunya sebagai seorang laki-laki dewasa. Hal ini dikarenakan ketika setiap minggu  pagi,  saya selalu bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang menghafal al-quran dan hadist secara tekun yang dibimbing oleh orang tuanya. Awalnya saya menganggapnya biasa, tapi entah kenapa setiap saya mendengar anak tersebut tilawah seluruh badan saya bergetar, bulu kuduk saya juga ikut merinding dan hal ini tidak saya rasakan jika mendengar teman saya atau khususnya saya sendiri tilawah Al-Quran. Minggu per minggu pun saya lewati dan saya tetap tidak tahu hal apa yang menyebabkan saya merasakan hal yang saya pikir sungguh sangat mengherankan, saya berusaha mencari tahu rahasia apakah yang dimiliki anak tersebut sehingga bisa membuat saya merasakan hal yang sungguh luar biasa seperti ini. Dan akhirnya sekarang saya tahu rahasianya, yaitu terletak pada satu sifat yang bernama Ikhlas. Ada apa dengan ikhlas? kenapa begitu berpengaruh kah satu sifat ini? Lalu apa bedanya keikhlasan seorang anak kecil terhadap keikhlasan orang dewasa secara umumnya. Menurut yang saya temukan, keikhlasan seorang anak kecil merupakan keikhlasan yang murni muncul dari dalam lubuk hatinya, keikhlasan yang benar-benar belum ternodai oleh bubuk ambisi yang terkadang menyelip didalam hati, keikhlasan yang senantiasa melindungi hatinya supaya tidak mudah terkena penyakit hati. Dan hal itu lah yang menyebabkan kenapa kita selalu merasa bahagia jika melihat perilaku atau aktivitas seorang anak kecil, seperti ada kepuasan batin sendiri.

Lalu, apa bedanya dengan keikhlasan seorang anak dewasa? mungkin tidak bisa digeneralisirkan, tapi kira-kira begini, ketika seseorang itu dewasa pasti banyak sekali kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan, baik itu maksiat kecil maupun maksiat lainnya, dan ketika maksiat itu dilakukan maka akan secara otomatis mengotori hati seseorang dan mengakibatkan penyakit hati pada orang tersebut (iri, dengki, dkk). Oleh sebab itu terkadang keikhlasan orang dewasa tidak semurni seperti keikhlasan anak kecil karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Lalu solusinya apa??? yaaa tiada lain dan tiada bukan perbanyak istigfhar dan muhasabah diri, apakah semua perbuatan kita ini sudah berdasarkan hanya karena Allah atau tidak, dan yang paling penting adalah mengurangi maksiat supaya hati kita tidak terkotori. Dan hal ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin, kenapa? jika kita diri kita terbiasa melakukan maksiat baik itu disadari apa tidak, maka tunggu saja kematiaan terhadap hati kita. Lalu jika hati kita sudah mati, ya otomatis kita tidak akan bisa lagi membedakan mana yang baik dan buruk,  dan pepatah yang mengatakan bahwa "Dengarkanlah apa kata hatimu, karena hati tidak akan pernah bohong" sepertinya tidak ada lagi..


Berhati-hatilah dalam menjaga hati (qalbu). Karena pangkal dari baik/buruknya diri adalah hati. Rasulullah telah bersabda,
Hadits di dalam jasad terdapat mudhghah

“Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat sekerat daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (H.R. Bukhari no.52 dan Muslim no.1599, Dikutip dari sebagian hadits no.6 Arba’in An-Nawawiyah).

Dan sekali lagi, yuk sama-sama menjaga kebersihan hati ini supaya kita bisa selalu dekat dengan diri Nya, dan bisa lebih mudah menjadi orang yang selalu lebih baik setiap harinya...

8 Fakta Kelakuan Anak Terhadap Orang Tua

Ini menurut survey yang saya dapet, anak-anak kelakuannya kadang suka bikin orang tua sedih.
1. Anak selalu berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya.
2. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya.
3. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya.
4. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak disayang.
5. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya.
6. Anak selalu meributkan harta warisan orang tuanya.
7. Anak selalu menganggap remeh pekerjaan yang telah diberikan.
8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara.

Tapi ada 8 fakta juga bahwa ada yang tidak diketahui anak apa yang dirasa juga perbuat sama orang tuanya.
1. Anak tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya yang lain.
2. Anak tidak mengerti bahwa semua yang dilakukan orang tuanya hanya demi kebaikan anaknya.
3. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anaknya.
4. Anak tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat.
5. Orang tua tidak pernah memberitahukan pengorbanannya selama melahirkan anaknya.
6. Orang tua telah mempersiapkan harta warisan untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkannya.
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah – susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek.
http://www.kerincigoogle.com/2011/02/8-fakta-kelakuan-anak-terhadap-orang.html