"Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan". Yap,sepenggal ayat itu adalah salah satu ayat dari surat Ar-Rahman, tapi ada yang menarik dari ayat tersebut. Ya, ayat tersebut selalu di ulang-ulang hingga 31 x, hal tersebut dikarenakan Allah ingin menyadarkan kita tentang nikmat-nikmat yang selama ini kita dapatkan namun tidak pernah kita syukuri keberadaanya. Hal ini selalu saya ingat semenjak kejadian kemarin malam.
Kira-kira kamis malam lalu, malam itu saya bergegas mempersiapkan diri saya untuk bermain futsal dengan teman kampus saya, dan memang tiap minggunya kami selalu rutin mengadakan latihan, ya selain untuk olahraga juga untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen. Sebelum kelapangan saya menjemput seorang teman saya, sebut saja bedul. Ketika kita ingin berangkat ke lapangan futsal, tiba-tiba kami kedatangan seorang ibu yang tampak kelelahan dengan anaknya yang berumur sekitar 3 tahun yang sedang digendongnya. Lalu terjadi lah percakapan yang kira-kira seperti ini.
Ibu : " mas maaf, fakultas kedokteran UB dimana ya mas?"
saya dan bedul : "(diam sejenak karena kebingungan), maaf bu maksudnya?"
ibu : "ia mas, saya mencari fakultas kedokteran UB, anak saya kakinya infeksi (sambil menunjuk luka anaknya tersebut)"
saya : "agak jauh bu, ibu mau saya antar (sambil mengeluarkan motor dari garasi)"
ibu : "iya mas mau, tapi saya tidak punya uang untuk berobat, saya sudah sempat berkeliling memeriksa anak saya tapi tidak kunjung sembuh, saya juga udah jalan kaki cukup jauh dan tadi minta tolong sama orang cuma dikasih 2000, anak saya juga dari tadi rewel minta susu terus"
saya : glek.............. (terdiam cukup lama)
bedul : "ibu mau dibelikan susu? yaudah bu saya belikan, tunggu sebentar ya."
saya : " nih dul pake motor gw biar cepet"
(sambil menunggu bedul beli susu, saya mempersilahkan ibu tsb masuk dan mengajaknya mengobrol, dan kebetulan temannya bedul, tommy keluar)
tommy : "ibu asalnya darimana bu?"
ibu : "saya dari surabaya mas"
tommy : "terus disini tinggal nya dimana?"
ibu : "saya ngontrak mas, tapi udah setahun belum bayar, ini aja saya diusir2in sama yg punya kontrakan, soalnya ada yg mau nempatin karena dia lebih punya uang katanya, trus saya bilang kalau anak saya masih sakit dan minta keringanan untuk diundur, tapi tetep gk diterima mas dan akhirnya saya tidurnya sembarang mas, kadang diemperan kadang dimesjid gk tentu"
(well, awalnya saya sempet berfikir kalau lagi ada didalam reallity show yang kayak di TV-TV, yang dimana banyak kamera tersembunyi yang memantau kita, tp setelah melihat mata ibu tersebut saya benar-benar sadar ternyata ini nyata gak kayak yang di TV-TV, dan obrolan pun berlanjut)
saya : "maaf bu, kalau boleh tau suami ibu kemana ya?"
ibu : "suami saya ninggalin saya mas waktu anak saya yang ini umurnya 3 bulan, saya juga masih ada 2 anak dirumah, jadinya ya saya yang menghidupi mereka."
Tommy : "memang ibu kerja apa sekarang?"
Saya : "yah gak tentu mas, biasanya saya cuma jadi kuli panggul, ngangkatin belanjaan orang yang banyak, itu juga penghasilannya gak nentu, kadang 2000, 5000, kadang kalau baik dikasih 10000."
saya : (astagfirullah..)
(dan bedul pun datang dengan membawa susu dan roti)
bedul : "ini bu susunya, maaf gak bisa ngasih banyak"
ibu : "iya mas, makasih banyak mas atas bantuannya"
well, mungkin itu hanya satu dar berjuta-juta kisah tentang seseorang yang banting tulang mencari uang untuk bertahan hidup, dan setelah kejadiaan itu entah kenapa saya jadi sedkit enggan menghabiskan uang. Di keserbacukupan saya terkadang saya masih suka mengeluh atas nikmat yang telah diberikan, padahal masih banyak saudara-saudara saya yang bernasib sama seperti ibu itu. Ya semoga saja setelah kejadiaan tersebut bisa lebiih meningkatkan rasa syukur saya terhadap nikmat yang telah di berikan oleh Allah..
Terimakasih ya Allah atas nikmat yang telah kau berikan.
Kamis, 12 Mei 2011
Jumat, 29 April 2011
Doa Rabithah
Untuk semua saudaraku di dunia ini, yang senantiasa membela kebenaran dimanapun dan kapanpun kalian berada, yang rela mengorbankan harta, jiwa dan pikirannya untuk menegakkan agama yang benar ini, ku ucapkan sebuah doa ini supaya dimanapun dan bagaimana pun kondisi kita, kita bisa senantiasa istiqamah dan mati syahid di jalan Nya
Bismillahirrahmanirrahim
Katakanlah: “Wahai Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerjaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.
Ditangan Engkaulah segala kebajikan.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Engkau masukan malam ke dalam siang dan Engkau masukan siang ke dalam malam.
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau beri rizki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (perhitungan).
Dan Engkau beri rizki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (perhitungan).
(Q.S. Ali-Imron:26-27)
Ya Allah, sesungguhnya ini adalah malam-Mu yang telah menjelang dan siang-Mu yang telah berlalu, serta suara-suara dari para penyeru-Mu, maka ampunilah aku.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu
Bertemu untuk taat kepada-Mu
Bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu
dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu
Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya
Ya Allah, abadikanlah kasih sayang-nya
Tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup
Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu
Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu
dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong
Amiin…
Senin, 25 April 2011
UNIVERSITAS KEHIDUPAN
"Ketika kerjamu tidak dihargai,maka saat itu kau sedang belajar arti KETULUSAN...
Ketika usahamu dinilai tidak penting,maka saat itu kau sedang belajar arti KEIKHLASAN...
Ketika hatimu terluka sangat dalam,maka saat itu kau sedang belajar arti MEMAAFKAN..
Ketika kau harus lelah dan kecewa,maka saat itu kau sedang belajar arti KESUNGGUHAN..
Ketika kau merasa sepi,maka saat itu kau sedang belajar arti KETANGGUHAN..
Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,maka saat itu kau sedang belajar arti KEMURAHAN HATI...
Tetap semangat..
Tetap sabar..
Tetap senyum..
Terus Belajar..
Karena engkau sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN..."
Ketika usahamu dinilai tidak penting,maka saat itu kau sedang belajar arti KEIKHLASAN...
Ketika hatimu terluka sangat dalam,maka saat itu kau sedang belajar arti MEMAAFKAN..
Ketika kau harus lelah dan kecewa,maka saat itu kau sedang belajar arti KESUNGGUHAN..
Ketika kau merasa sepi,maka saat itu kau sedang belajar arti KETANGGUHAN..
Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,maka saat itu kau sedang belajar arti KEMURAHAN HATI...
Tetap semangat..
Tetap sabar..
Tetap senyum..
Terus Belajar..
Karena engkau sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN..."
Minggu, 24 April 2011
sebuah pelajaran luar biasa dari seorang anak kecil
Ada satu kejadiaan yang sungguh sangat menarik, yang entah kenapa, belakangan ini saya sungguh merasa malu, malu semalu-malunya sebagai seorang laki-laki dewasa. Hal ini dikarenakan ketika setiap minggu pagi, saya selalu bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang menghafal al-quran dan hadist secara tekun yang dibimbing oleh orang tuanya. Awalnya saya menganggapnya biasa, tapi entah kenapa setiap saya mendengar anak tersebut tilawah seluruh badan saya bergetar, bulu kuduk saya juga ikut merinding dan hal ini tidak saya rasakan jika mendengar teman saya atau khususnya saya sendiri tilawah Al-Quran. Minggu per minggu pun saya lewati dan saya tetap tidak tahu hal apa yang menyebabkan saya merasakan hal yang saya pikir sungguh sangat mengherankan, saya berusaha mencari tahu rahasia apakah yang dimiliki anak tersebut sehingga bisa membuat saya merasakan hal yang sungguh luar biasa seperti ini. Dan akhirnya sekarang saya tahu rahasianya, yaitu terletak pada satu sifat yang bernama Ikhlas. Ada apa dengan ikhlas? kenapa begitu berpengaruh kah satu sifat ini? Lalu apa bedanya keikhlasan seorang anak kecil terhadap keikhlasan orang dewasa secara umumnya. Menurut yang saya temukan, keikhlasan seorang anak kecil merupakan keikhlasan yang murni muncul dari dalam lubuk hatinya, keikhlasan yang benar-benar belum ternodai oleh bubuk ambisi yang terkadang menyelip didalam hati, keikhlasan yang senantiasa melindungi hatinya supaya tidak mudah terkena penyakit hati. Dan hal itu lah yang menyebabkan kenapa kita selalu merasa bahagia jika melihat perilaku atau aktivitas seorang anak kecil, seperti ada kepuasan batin sendiri.
Lalu, apa bedanya dengan keikhlasan seorang anak dewasa? mungkin tidak bisa digeneralisirkan, tapi kira-kira begini, ketika seseorang itu dewasa pasti banyak sekali kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan, baik itu maksiat kecil maupun maksiat lainnya, dan ketika maksiat itu dilakukan maka akan secara otomatis mengotori hati seseorang dan mengakibatkan penyakit hati pada orang tersebut (iri, dengki, dkk). Oleh sebab itu terkadang keikhlasan orang dewasa tidak semurni seperti keikhlasan anak kecil karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Lalu solusinya apa??? yaaa tiada lain dan tiada bukan perbanyak istigfhar dan muhasabah diri, apakah semua perbuatan kita ini sudah berdasarkan hanya karena Allah atau tidak, dan yang paling penting adalah mengurangi maksiat supaya hati kita tidak terkotori. Dan hal ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin, kenapa? jika kita diri kita terbiasa melakukan maksiat baik itu disadari apa tidak, maka tunggu saja kematiaan terhadap hati kita. Lalu jika hati kita sudah mati, ya otomatis kita tidak akan bisa lagi membedakan mana yang baik dan buruk, dan pepatah yang mengatakan bahwa "Dengarkanlah apa kata hatimu, karena hati tidak akan pernah bohong" sepertinya tidak ada lagi..
Berhati-hatilah dalam menjaga hati (qalbu). Karena pangkal dari baik/buruknya diri adalah hati. Rasulullah telah bersabda,

“Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat sekerat daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya. Dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (H.R. Bukhari no.52 dan Muslim no.1599, Dikutip dari sebagian hadits no.6 Arba’in An-Nawawiyah).
Dan sekali lagi, yuk sama-sama menjaga kebersihan hati ini supaya kita bisa selalu dekat dengan diri Nya, dan bisa lebih mudah menjadi orang yang selalu lebih baik setiap harinya...
Lalu, apa bedanya dengan keikhlasan seorang anak dewasa? mungkin tidak bisa digeneralisirkan, tapi kira-kira begini, ketika seseorang itu dewasa pasti banyak sekali kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan, baik itu maksiat kecil maupun maksiat lainnya, dan ketika maksiat itu dilakukan maka akan secara otomatis mengotori hati seseorang dan mengakibatkan penyakit hati pada orang tersebut (iri, dengki, dkk). Oleh sebab itu terkadang keikhlasan orang dewasa tidak semurni seperti keikhlasan anak kecil karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Lalu solusinya apa??? yaaa tiada lain dan tiada bukan perbanyak istigfhar dan muhasabah diri, apakah semua perbuatan kita ini sudah berdasarkan hanya karena Allah atau tidak, dan yang paling penting adalah mengurangi maksiat supaya hati kita tidak terkotori. Dan hal ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin, kenapa? jika kita diri kita terbiasa melakukan maksiat baik itu disadari apa tidak, maka tunggu saja kematiaan terhadap hati kita. Lalu jika hati kita sudah mati, ya otomatis kita tidak akan bisa lagi membedakan mana yang baik dan buruk, dan pepatah yang mengatakan bahwa "Dengarkanlah apa kata hatimu, karena hati tidak akan pernah bohong" sepertinya tidak ada lagi..
Berhati-hatilah dalam menjaga hati (qalbu). Karena pangkal dari baik/buruknya diri adalah hati. Rasulullah telah bersabda,

Dan sekali lagi, yuk sama-sama menjaga kebersihan hati ini supaya kita bisa selalu dekat dengan diri Nya, dan bisa lebih mudah menjadi orang yang selalu lebih baik setiap harinya...
8 Fakta Kelakuan Anak Terhadap Orang Tua
Ini menurut survey yang saya dapet, anak-anak kelakuannya kadang suka bikin orang tua sedih.
1. Anak selalu berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya.
2. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya.
3. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya.
4. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak disayang.
5. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya.
6. Anak selalu meributkan harta warisan orang tuanya.
7. Anak selalu menganggap remeh pekerjaan yang telah diberikan.
8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara.
2. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya.
3. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya.
4. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak disayang.
5. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya.
6. Anak selalu meributkan harta warisan orang tuanya.
7. Anak selalu menganggap remeh pekerjaan yang telah diberikan.
8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara.
Tapi ada 8 fakta juga bahwa ada yang tidak diketahui anak apa yang dirasa juga perbuat sama orang tuanya.
1. Anak tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya yang lain.
2. Anak tidak mengerti bahwa semua yang dilakukan orang tuanya hanya demi kebaikan anaknya.
3. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anaknya.
4. Anak tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat.
5. Orang tua tidak pernah memberitahukan pengorbanannya selama melahirkan anaknya.
6. Orang tua telah mempersiapkan harta warisan untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkannya.
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah – susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek.
2. Anak tidak mengerti bahwa semua yang dilakukan orang tuanya hanya demi kebaikan anaknya.
3. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anaknya.
4. Anak tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat.
5. Orang tua tidak pernah memberitahukan pengorbanannya selama melahirkan anaknya.
6. Orang tua telah mempersiapkan harta warisan untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkannya.
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah – susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek.
http://www.kerincigoogle.com/2011/02/8-fakta-kelakuan-anak-terhadap-orang.html
Rabu, 30 Maret 2011
elastis ataukah inelastis
Bismillahirrahminrrahim
Assalamualaikum wr wb
Udah lama gak nulis nih, tapi entah kenapa sekalinya mau menulis, jd terinspirasi oleh materi mikro ekonomi yang mengenai elastis dan inelastis permintaan suatu barang yang disampaikan kemarin dan hubungannya dengan ibadah wajib kita khususnya, ya mungkin akan benar-benar sangat tidak nyambung atau bahkan tidak bisa dianalogikan seperti ini, tapi setidaknya bisa menjadi sedikit renungan untuk kita. Mungkin sebelumnya saya akan sedikit menjelaskan apa sih definisi dari inelastis dan elastis dari sisi ekonomi.
Barang Elastis adalah elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya atau beralih ke barang lain (barang subtitusinya banyak)
Barang Inelastis adalah elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Nah yang artinya adalah mau harganya naik atau turun, kita tetap akan mengkonsumsi barang tersebut dengan jumlah yang sama.
Ya mungkin dengan sedikit penjelasan dan perbandingan yang dipaparkan, kita bisa sedikit mengerti perbedaan diantara keduanya, tapi pada kesempatan kali ini bukan dua hal itu lah yang akan saya bahas. Melainkan kaitannya jika dihubungkan dengan kita sebagai umat yang beragama khususnya muslim. Seperti yang saya tuliskan di judul essay saya "elastis atau inelastiskah semua ibadah wajib anda?" ya mungkin bahasa simpelnya seberapa pentingkah ibadah wajib itu buat anda? ya khususnya dalam hal ini adalah shalat, apakah shalat termasuk inelastis ataukah elastis buat anda? Seberapa butuhkah anda terhadap shalat? karena saya pikir masih banyak saudara-saudara kita yang mengelastisitaskan shalat dengan hal-hal lain, khususnya yang bersifat duniawi, padahal seperti yang kita ketahui shalat merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi ibadah yang paling pertama kali dilihat di yaumul hisab nanti. Jika dari amal ibadah shalat saja masih berantakan, pastinya sangat sulit ibadah-ibadah lain untuk diterima atau bahkan diperhatikan.
Dan akhirnya, jika sekilas memang terlihat agak tidak nyambung, tapi saya rasa tidak mengurangi esensi dari tulisan ini dan sekali lagi saya mengajak untuk senantiasa selalu berusaha menjadi orang yang lebih dan lebih baik lagi dari sebelumnya, karena rasulullah SAW bersabda :
"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia adalah orang yang celaka"

"Inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbila'lamin"
(sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku bagi Allah, tuhan seru sekalian alam)
Dan akhirnya, jika sekilas memang terlihat agak tidak nyambung, tapi saya rasa tidak mengurangi esensi dari tulisan ini dan sekali lagi saya mengajak untuk senantiasa selalu berusaha menjadi orang yang lebih dan lebih baik lagi dari sebelumnya, karena rasulullah SAW bersabda :
"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia adalah orang yang celaka"
Assalamualaikum wr wb
Udah lama gak nulis nih, tapi entah kenapa sekalinya mau menulis, jd terinspirasi oleh materi mikro ekonomi yang mengenai elastis dan inelastis permintaan suatu barang yang disampaikan kemarin dan hubungannya dengan ibadah wajib kita khususnya, ya mungkin akan benar-benar sangat tidak nyambung atau bahkan tidak bisa dianalogikan seperti ini, tapi setidaknya bisa menjadi sedikit renungan untuk kita. Mungkin sebelumnya saya akan sedikit menjelaskan apa sih definisi dari inelastis dan elastis dari sisi ekonomi.
Barang Elastis adalah elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya atau beralih ke barang lain (barang subtitusinya banyak)
Barang Inelastis adalah elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Nah yang artinya adalah mau harganya naik atau turun, kita tetap akan mengkonsumsi barang tersebut dengan jumlah yang sama.
Ya mungkin dengan sedikit penjelasan dan perbandingan yang dipaparkan, kita bisa sedikit mengerti perbedaan diantara keduanya, tapi pada kesempatan kali ini bukan dua hal itu lah yang akan saya bahas. Melainkan kaitannya jika dihubungkan dengan kita sebagai umat yang beragama khususnya muslim. Seperti yang saya tuliskan di judul essay saya "elastis atau inelastiskah semua ibadah wajib anda?" ya mungkin bahasa simpelnya seberapa pentingkah ibadah wajib itu buat anda? ya khususnya dalam hal ini adalah shalat, apakah shalat termasuk inelastis ataukah elastis buat anda? Seberapa butuhkah anda terhadap shalat? karena saya pikir masih banyak saudara-saudara kita yang mengelastisitaskan shalat dengan hal-hal lain, khususnya yang bersifat duniawi, padahal seperti yang kita ketahui shalat merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi ibadah yang paling pertama kali dilihat di yaumul hisab nanti. Jika dari amal ibadah shalat saja masih berantakan, pastinya sangat sulit ibadah-ibadah lain untuk diterima atau bahkan diperhatikan.
Dan akhirnya, jika sekilas memang terlihat agak tidak nyambung, tapi saya rasa tidak mengurangi esensi dari tulisan ini dan sekali lagi saya mengajak untuk senantiasa selalu berusaha menjadi orang yang lebih dan lebih baik lagi dari sebelumnya, karena rasulullah SAW bersabda :
"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia adalah orang yang celaka"
Tidak kuciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepada-Ku.(Q.S. Aż-żariyāt:56)
"Inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbila'lamin"
(sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku bagi Allah, tuhan seru sekalian alam)
Dan akhirnya, jika sekilas memang terlihat agak tidak nyambung, tapi saya rasa tidak mengurangi esensi dari tulisan ini dan sekali lagi saya mengajak untuk senantiasa selalu berusaha menjadi orang yang lebih dan lebih baik lagi dari sebelumnya, karena rasulullah SAW bersabda :
"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia adalah orang yang celaka"
Minggu, 27 Februari 2011
nikmatnya ukhuwah dan silaturahmi
Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamualaikum wr wb....
Mungkin kali ini saya hanya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman liburan saya ketika di Depok, sudah kurang lebih 30 hari saya berada di kota tercinta ini, kota yang dimana saya mendapatkan pengalaman yg begitu banyak, dan saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena sudah dititipkan disini, kota yang dimana telah mempertemukan saya dengan tarbiyah, yang alhamdulillah dengan tarbiyah saya dipertemukan oleh orang-orang yang sangat hebat disini, subhanallah hanya itu yang bisa saya ucapkan. Begitu banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapat disini, begitu juga ukhuwah yang saya fikir tidak semua orang merasakan nikmat Allah yang satu ini.
Dan hari ini hari terakhir saya di Depok, alhamdulillah masih diberikan oleh Allah waktu untuk berkunjung ke suatu tempat yang paling oke di Depok (pasti udah tau semua lah, bahkan sampe banyak yg bilang kalau kurang kerjaanlah, cuma grecokin doank lah.trus ada yg nyuruh-nuyurh bayar parkir gitu -.-, ya tapi gapapa lah,cuma becandaan palingan, ya daripada keluyuran gk jelas mendingan ngetem aja di markas) hahahha. Dari sini saya mulai sadar bahwa nikmat ukhuwah merupakan nikmat terindah yang Allah berikan ke saya dan saya yakin bahwa teman-teman semua baik yang halaqoh ataupun tidak, pasti sepakat dengan statement saya ini. Nikmat yang saya pikir tidak semua orang bisa merasakannya karena mungkin mereka terlalu terlena terhadap ambisi-ambisi mereka yang terkadang membuat mereka lupa akan sebuah sunnah rasul yang bernama silaturahmi.
Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat agung, mudah dan membawa berkah. Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Karena dapat menyempurnakan rasa cinta dan interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil dan tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang.
Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya,
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ
Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad 47:22-23).
وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’ 4:1).
Juga sabda Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam ,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”
Akhir kata alangkah sangat meruginya jika seseorang itu jarang sekali bersilaturami, karena seperti kita ketahui manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Semoga tulisan ini bisa membuat kita untuk selalu mempererat tali ukhuwah kita..
Sekian...
Alhamdulillah
28-02-2011
Muhammad Adib Ramadhani
Wassalamualaikum wr wb
Assalamualaikum wr wb....
Mungkin kali ini saya hanya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman liburan saya ketika di Depok, sudah kurang lebih 30 hari saya berada di kota tercinta ini, kota yang dimana saya mendapatkan pengalaman yg begitu banyak, dan saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena sudah dititipkan disini, kota yang dimana telah mempertemukan saya dengan tarbiyah, yang alhamdulillah dengan tarbiyah saya dipertemukan oleh orang-orang yang sangat hebat disini, subhanallah hanya itu yang bisa saya ucapkan. Begitu banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapat disini, begitu juga ukhuwah yang saya fikir tidak semua orang merasakan nikmat Allah yang satu ini.
Dan hari ini hari terakhir saya di Depok, alhamdulillah masih diberikan oleh Allah waktu untuk berkunjung ke suatu tempat yang paling oke di Depok (pasti udah tau semua lah, bahkan sampe banyak yg bilang kalau kurang kerjaanlah, cuma grecokin doank lah.trus ada yg nyuruh-nuyurh bayar parkir gitu -.-, ya tapi gapapa lah,cuma becandaan palingan, ya daripada keluyuran gk jelas mendingan ngetem aja di markas) hahahha. Dari sini saya mulai sadar bahwa nikmat ukhuwah merupakan nikmat terindah yang Allah berikan ke saya dan saya yakin bahwa teman-teman semua baik yang halaqoh ataupun tidak, pasti sepakat dengan statement saya ini. Nikmat yang saya pikir tidak semua orang bisa merasakannya karena mungkin mereka terlalu terlena terhadap ambisi-ambisi mereka yang terkadang membuat mereka lupa akan sebuah sunnah rasul yang bernama silaturahmi.
Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat agung, mudah dan membawa berkah. Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Karena dapat menyempurnakan rasa cinta dan interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil dan tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang.
Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya,
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ
Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad 47:22-23).
وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’ 4:1).
Juga sabda Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam ,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”
Akhir kata alangkah sangat meruginya jika seseorang itu jarang sekali bersilaturami, karena seperti kita ketahui manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Semoga tulisan ini bisa membuat kita untuk selalu mempererat tali ukhuwah kita..
Sekian...
Alhamdulillah
28-02-2011
Muhammad Adib Ramadhani
Wassalamualaikum wr wb
Langganan:
Postingan (Atom)
