Selasa, 01 Februari 2011

Analogi sebuah kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr wb

        Apa sih arti dari sebuah kehidupan itu? apakah hanya proses pemuas kebutuhan lahiriah dimana semua hal bebas kita lakukan, seperti pepatah orang kebanyakan hidup senang trus mati masuk surga? sesungguhnya tidak sesimple itulah makna dari sebuah kehidupan, memang banyak yg berkata kalau hidup harus dinikmati, apalagi ketika diumur remaja semua hal dicoba. pacaran, merokok, mabok-mabokan, foya-foya, hedon adalah hal-hal yang wajib dirasakan. Tapi yang menjadi pertanyaan sampai kapankah semua hal itu akan kita lakukan. Padahal seperti yang kita ketahui bersama kehidupan tidak lain hanya lah proses singkat untuk mempersiapkan diri kita menuju kehidupan yang kekal di akhirat kelak, lalu yang menjadi pertanyaan adalah surga atau nerakakah yang akan menjadi tempat kita di kehidupan yang kekal nanti? Jawabannya tergantung dari persiapan yang kita lakukan di dalam proses kehidupan yang singkat didunia.“Jadilah engkau di dunia ini bagaikan orang asing atau orang yang dalam perjalanan.
” Ibnu Umar berkata, “Jika engkau berada di waktu sore, maka jangalah mengharapkan akan hidup di waktu pagi. Dan jika kamu pada waktu pagi, maka janganlah menantikan waktu sore. Pergunakalah masa sehat itu untuk bekal masa sakit, dan masa hidup untuk bekal kematian.” (HR. Bukhari).
“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.’ Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (al-Mu’minuun: 112-115).
Dari ayat dan hadist diatas dapat kita simpulkan bahwa sangat singkatlah waktu yang kita miliki didunia dan suatu saat nanti kita akan dikembalikan kepada tuhan yang menciptakan kita Allah SWT.

   Bagi saya kehidupan layaknya sebuah pertandingan yang dimana didalam pertandingan tersebut pasti ada waktu permainan yang ditentukan, aturan yang harus kita patuhi, pemain yang bermain di pertandingan tersebut dan yang terpenting adalah pasti ada GOAL yang harus kita capai didalam pertandingan tersebut.
1. waktu permainan, kalau didalam sepak bola waktu permainan adalah 2 X 45 menit. Dengan waktu yang sesingkat itu kita harus sangat berhati-hati dan pastinya tidak boleh menyia-nyiakan waktu sedikit pun. Namun jika didalam sebuah kehidupan nyata kita tidak dapat mengetahui alokasi waktu yang diberikan untuk meciptakan Goal yang merupakan tujuan awal kita.

(Qs Al-Asr 1-3)
 1. Demi masa.
 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
 3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran

2. Aturan yang harus kita patuhi, jika didalam sepak bola melakukan pelanggaran, pasti akan diberikan sanksi, baik sanksi yang bersifat ringan (peringatan), sanksi yang bersifat sedang (kartu kuning), ataupun sanksi yang bersifat berat (kartu merah). Semua aturan-aturan itu haruslah kita patuhi jika kita tidak ingin tujuan kita untuk mencapai GOAL terhambat ataupun tidak tercapai hanya karena kita melakukan pelanggaran, apalagi jika kita sampai mendapat kartu merah yang secara otomatis kita dikeluarkan secara tidak hormat didalam sebuah pertandingan. Begitu juga dengan kehidupan, bukankah Allah dan rasulNya sudah memberikan bukti yang nyata berupa Al-Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup kita agar kita memperoleh keselamatan, didalamnya begitu banyak aturan-aturan yang sangat jelas untuk kita. Aturan-aturan yang harus kita patuhi, tetapi terkadang banyak sekali orang yang tidak memperdulikan aturan-aturan tersebut, padahal semua aturan-aturan itu diciptakan oleh Allah SWT untuk kita semua sebagai hambanya supaya bisa menjalani kehidupan dengan selamat baik didunia maupun diakhirat.
"Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir" (HR. Muslim). Tapi yang harus kita pahami disini adalah bukan berarti dunia itu hanya boleh dinikmati dan dikuasai oleh orang-orang kafir serta surga bagi mereka, sementara orang-orang beriman tidak perlu memiliki atau menguasai dunia ini layaknya orang-orang dalam penjara dan hidup dalam keadaan miskin. Pemahaman di atas perlu diuji kebenarannya dengan mengacu kepada Alquran yang menyebutkan "bahwa bagi orang-orang yang takut kepada zat Tuhannya mendapat dua surga" (dunia dan akhirat) (Ar rahman: 54). Jika dilihat sekelas mungkin teman-teman berfikir ada hal yang bertentangan antara Hadist dan Al-Quran tersebut. Nah solusinya adalah melihat riwayat lain yang menjelaskan maksud hadits di atas sehingga tidak terjadi paradoks antara keduanya. Sebenarnya hadits di atas berbicara tentang zuhud sebagaimana telah dicantumkan oleh Imam Muslim, an Nasa’i dan Ibnu Majah di dalam bab Zuhud dan perlu pemahaman yang benar tentang zuhud yang banyak diselewengkan oleh sebagian orang dan melirik kepada riwayat lain, untuk memahami hadits di atas, Abu Daud meriwayatkan dari Abi Zar Al Giffari dia berkata; Telah bersabda Rasul Saw Bukanlah orang zuhud di dunia ini, mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan menyia-nyiakan harta, tetapi orang-orang Zuhud adalah tidak terlalu berpegang teguh dengan apa yang ada di sisinya dan menyia-nyiakan atau tidak berharap apa yang ada di sisi Allah dan beranggapan bahwa pahala musibah lebih disenangi dari tidak mendapat musibah sama sekali (Hadis Riwayat Turmuzi, Hadits: 2340), Dari penjelasan diatas sangat jelas lah jika tidak ada kontrovensi antara Hadist dan Alquran.

3. Pemain yang bermain di dalam permainan tersebut, jika di ibaratkan kita sebagai pemain dan kehidupan kita sebagai sebuah pertandingan, kitalah yang memegang kuasa penuh atas pertandingan tersebut, baik atau tidaknya hasil pertandingan tersebut bergantung dari baik atau tidaknya kontribusi yang akan kita berikan selama kita bertanding. Oleh karena itu jika kita ingin menginginkan hasil yang terbaik dari pertandingan tersebut, maka jadilah seorang pemain yang baik yang menaati semua peraturan yang berlaku dan berikanlah kontribusi serta ciptakanlah peluang-peluang kebaikan yang menunjang terciptanya hasil yang terbaik dari pertandingan tersebut. Begitupula didalam kehidupan, kita sebagai manusia mempunyai tanggung jawab penuh atas seluruh perbuatan yang kita lakukan selama hidup kita didunia, dan baik atau tidak hasilnya ketika di akhirat bergantung terhadap seluruh amalan dan ibadah kita yang kita cipatakan didunia.
 “Barangsiapa yang Mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Rabbmulah kamu dikembalikan.”
QS. al-Jatsiyah (45) : 15

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa kitalah yang memegang tanggung jawab penuh atas amal-amalan yg kita perbuat selama didunia, jika kita mengiginkan hasil yang terbaik maka banyak-banyalah dan berlomba-lomba lah didalam kebaikan (fastabiqul khairat), sehingga ketika kita meninggal nanti kita mempunyai alasan yang kuat supaya dimasukkan ke dalam syurganya Allah.

4. Yang terakhir adalah Goal yang harus kita capai selama hidup kita, yang tidak lain dan tidak bukan adalah mendapatkan ridhonya Allah dan masuk syurga, dan yang pastinya syurga itu bukanlah sesuatu yang sangat mudah dan murah harganya untuk didapatkan.
QS Al Baqarah :
214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “
Begitu banyak cobaan-cobaan yang harus kita hadapai amalan-amalan yang kita sendiri tidak mengetahui seberapa minimumkah amalan yang harus kita lakukan supaya masuk syurga. Tapi kawanku kita tidak usah takut dan khawatir akan hal tersebut, Allah adalah Hakim yang seadil-adilnya. Allah akan menghitung sekecil atau sedikit apapun amalan yang kita lakukan begitu juga dengan dosa-dosa yang kita lakukan.
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula” ( az-Zalzalah:7-8)
Oleh sebab itu kita harus berhati-hati terhadap semua tindakan-tindakan kita selama didunia, karena sekali lagi pada hakikatnya Manusia tinggal di dunia hanya untuk waktu yang singkat. Di sini, ia akan diuji, dilatih, kemudian meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat di mana ia akan tinggal selamanya. Harta benda serta kesenangan di dunia, walaupun diciptakan serupa dengan yang ada di akhirat, sebenarnya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan karena harta benda dan kesenangan tersebut ditujukan hanya agar manusia mengingat hari akhirat. Sehingga sangat disayangkan jika kita dengan sangat mudah menukarkan kenikmatan didunia yang hanya sementara dengan kenikmatan syurga yang kekal.

Dan diakhir tulisan ini saya ingin mengajak teman-teman sekalian untuk bersama-sama menjadi seorang pemain yang mampu memberikan permainan yang baik untuk menjadikan pertandingan yang kita hadapi menghasilkan Goal yang kita harapkan, walaupun didalam pertandingan tersebut banyak tantangan dan cobaan yang telah disiapkan Allah SWT, karena pastinya Allah sudah mempersiapkan itu semua untuk melihat yang manakah hamba yang benar-benar beriman atau tidak.
QS Al Ankabuut :
2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
3. Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
4. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.
Yap mungin itu saja sedikit tulisan dari saya, mungkin terlihat sok menggurui, tapi sejujurnya tulisan ini saya buat sesuai dengan kondisi saya saat ini, sehingga tulisan ini bisa sekaligus menjadi muhasabah (pengingat) khususnya untuk saya pribadi dan teman-teman secara umumnya, akhir kata yuk menjadi orang yang baik dan lebih baik setiap harinya.

Sekian.....
Alhamdulillah..
Muhammad Adib Ramadhani
01-02-2011
Wassalamualaikum wr wb





2 komentar:

  1. assalamualaikum... satu perkongsian yang amat baik..

    BalasHapus
  2. wassalamualaikum..
    yaap.. jzkllah..

    BalasHapus